Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

Saat ini dunia masih terguncang dengan penyebaran virus corona jenis baru, yaitu SARS-CoV-2, yang belakangan disebut COVID-19. Wabah virus corona ini pertama kali muncul di kota Wuhan, provinsi Hubei, China.

Virus ini dipercaya berasal dari hewan yang kemudian menularkannya ke manusia. Virus ini sangat cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejak pertama kali diumumkan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 2 Maret 2020, penyebaran virus corona hingga hari ini, Sabtu (21/3) telah dinyatakan sebanyak 450 orang positif terjangkit virus tersebut, 38 orang meninggal dunia dan 20 orang sembuh dari infeksi virus tersebut.

Sedangkan jumlah total kasus virus corona di seluruh dunia telah mencapai 271.529 kasus. Dari kasus-kasus tersebut, sebanyak 11.282 orang dinyatakan meninggal dunia dan sebanyak 87.403 pasien dinyatakan sembuh.

Penyebaran virus corona ini sendiri melalui tetesan cairan yang keluar dari hidung atau mulut ketika si penderita bersin, batuk atau bicara.

Cairan itu kemudian mengenai benda atau permukaan yang disentuh oleh orang sehat. Orang sehat itu lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka.

Virus tersebut juga bisa menyebar ketika cairan itu terhirup langsung oleh orang sehat ketika berdekatan dengan si penderita.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengumumkan wabah virus ini sebagai pandemi, karena penyebarannya yang begitu cepat di seluruh dunia.

Di tengah kepanikan masyarakat dunia, terdapat hal-hal yang semakin memicu kekhawatiran global yang seluruhnya beredar di dunia maya. Bermacam informasi yang terkadang menyesatkan sering kali ditemukan dan dengan mudah dibagikan dari satu orang ke orang lainnya.

Tak sedikit mitos-mitos yang timbul dan tersebar, kemudian membuat kekhawatiran masyarakat dunia semakin tak menentu.

Tak sedikit pula orang yang percaya dengan mitos-mitos tersebut dan kemudian membagikannya kepada orang lain. Bayangkan saja jika yang menerima informasi tersebut adalah orang yang enggan menyaring berita, alias langsung menelan bulat-bulat informasi tersebut.

Tentunya hal tersebut akan menimbulkan kepanikan yang berlebihan bagi orang lain. Untuk itu, penting bagi anda untuk mengetahui fakta dibalik mitos-mitos seputar virus corona yang beredar di dunia maya.

Berikut kami telah merangkum mitos-mitos yang banyak dipercaya masyarakat global.

Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

Banyaknya mitos yang berdar di dunia maya seputar virus corona tentu menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan. Berikut kami telah merangkum mitos apa saja yang dipercaya oleh masyarakat dan fakta yang sebenarnya tentang virus corona.

  1. Hewan Peliharaan dapat Menularkan Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Sampai saat ini, belum ada bukti yang valid bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona atau COVID-19. Namun sebaiknya anda mencuci tangan dengan air dan sabun setelah melakukan kontak dengan hewan.

    Hal ini dapat melindungi anda dari berbagai bakteri seperti E.coli dan Salmonella yang dapat berpindah dari hewan peliharaan ke manusia.

  2. Mesin Pengering Tangan dapat Membunuh Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Ada mitos yang menyatakan bahwa mesin pengering tangan dapat membunuh virus corona. Namun hal itu tidak terbukti kebenarannya.

    Untuk membunuh virus corona, anda wajib membersihkan tangan dengan alkohol atau mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, kemudian mengeringkannya dengan tisu atau pengering tangan.

    Jadi, mencuci tangan sesering mungkin adalah cara yang efektif mencegah virus corona, bukan pengering tangan.

  3. Pemindai Termal Efektif untuk Mendeteksi Orang yang Terinfeksi Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Pemindai termal digunakan untuk mendeteksi orang-orang yang mengalami demam, yaitu memiliki suhu tubuh di atas normal akibat terinfeksi virus corona.

    Tetapi, alat ini tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi jika mereka belum mengalami demam. Pasalnya, pemindai termal tersebut bekerja untuk mendeteksi adanya perbedaan suhu.

    Karena ada beberapa orang yang tidak menunjukkan gejala walaupun sudah terinfeksi virus corona. Butuh waktu antara 2 sampai 14 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

  4. Lampu Ultraviolet dapat Membunuh Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Beberapa rumah sakit memang menggunakan lampu desinfeksi UV untuk membunuh mikroba pada alat-alat kesehatan seperti di laboratorium atau ruang operasi.

    Tetapi, WHO tidak menyarankan penggunaan lampu UV untuk mensterilkan tangan atau area kulit lainnya karena radiasi dari sinar UV dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

  5. Menyemprotkan Alkohol atau Klorin ke Seluruh Tubuh dapat Membunuh Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh. Malah hal ini akan berbahaya bagi selaput lendir seperti mata dan mulut.

    Alkohol dan klorin memang bersifat disinfektan sehingga dapat mendisinfeksi suatu permukaan, tetapi penggunaannya tetap harus berada di bawah anjuran yang tepat.

  6. Menerima Surat atau Paket dari China dapat Menyebarkan Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Banyak yang menganggap bahwa paket yang dikirimkan dari China dapat menyebarkan virus corona, sehingga tidak aman untuk menerima surat atau paket dari negara tersrbut.

    Faktanya, menerima paket dari China tidak berisiko tertular virus corona. Menurut WHO, virus corona tidak akan bertahan lama pada objek seperti surat atau paket.

  7. Virus Corona dapat Tertular dari Gigitan Nyamuk

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa penularan virus corona dapat ditularkan oleh gigitan nyamuk. Virus corona adalah virus yang menginfeksi pernapasan dan penyebarannya pun melalui cairan yang keluar saat penderita batuk atau bersin, dan tidak dapat menular dari gigitan nyamuk.

  8. Menggunakan Masker dapat Terlindung dari Penularan Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    WHO menyarankan orang-orang tanpa gejala gangguan pernapasan, seperti batuk dan bersin, tidak perlu menggunakan masker. Sebaiknya masker diutamakan bagi para pasien COVID-19 dan keluarga yang mengurus pasien, serta para tenaga medis yang merawat pasien.

    Kenapa masker lebih penting bagi orang sakit daripada orang sehat? Seperti yang kita ketahui bahwa penyebaran virus corona adalah dari cairan yang keluar saat si penderita batuk atau bersin, sehingga masker bisa menghalangi cairan tersebut keluar dan mengenai orang lain.

  9. Mengonsumsi Bawang Putih dapat Mencegah Infeksi Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Tidak ada salahnya anda mengonsumsi bawang putih. Bawang putih memang memiliki beberapa sifat antimikroba, namun hingga saat ini belum ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi bawang putih dapat melindungi kita dari infeksi COVID-19.

  10. Antibiotik dapat Mencegah dan Mengobati COVID-19

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Antibiotik hanya bekerja melawan bakteri, bukan virus. COVID-19 adalah virus, oleh karena itu penggunaan antibiotik tidak dapat mencegah apalagi mengobati infeksi tersebut.

    Namun jika anda dirawat di rumah sakit akibat virus corona, anda mungkin akan menerima antibiotik untuk menghindari infeksi akibat bakteri.

  11. Vaksin Pneumonia dapat Melindungi dari COVID-19

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Meski keduanya sama-sama penyakit pada sistem pernapasan, faktanya vaksin pneumonia, seperti vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza tipe B (HiB) tidak memberikan perlindungan terhadap virus corona jenis baru.

    Virus COVID-19 adalah virus jenis baru dan berbeda sehingga membutuhkan vaksin tersendiri. Namun, melakukan vaksin terhadap penyakit pernapasan sangat dianjurkan untuk melindungi kesehatan anda.

  12. Tahan Napas 10 Detik untuk Mendeteksi Virus Corona

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Ada mitos yang beredar bahwa jika seseorang mampu menahan napas selama 10 detik dengan nyaman, berarti ia tak terinfeksi virus corona. Hal itu tidak benar.

    Karena, sebagian besar pasien berusia muda yang terinfeksi virus corona bisa menahan nafas selama 10 detik. Sementara, orang tua yang tidak terinfeksi corona, justru tidak bisa melakukannya.

  13. Virus Corona akan Hilang pada Musim Panas

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Beberapa pandemi sebelumnya tidak mengikuti pola cuaca, ditambah saat sejumlah negara memasuki musim panas, ada beberapa negara di belahan benua lain yang mengalami musim dingin. Faktanya virus corona bersifat global, jadi bukan bergantung pada musim di suatu wilayah.

  14. Menjaga Jarak atau Social Distancing Adalah Sesuatu yang Berlebihan

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Banyak orang berpikir bahwa menjaga jarak atau social distancing adalah sesuatu yang berlebihan.

    Faktanya, menjaga jarak sosial adalah satu cara yang ampuh untuk meminimalisir virus corona.

  15. Hand Sanitizer Lebih Baik daripada Sabun dan Air

    Ungkap Mitos Virus Corona Lewat Fakta Berikut

    Membersihkan tangan dengan hand sanitizer tidak lebih baik dari sabun dan air yang mengalir.

    Sebaiknya anda mencuci tangan selama 20 detik dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir. Itu adalah cara yang lebih efektif untuk mencegah virus corona.

Cara Mencegah Penularan Virus Corona

Daripada mempercayai mitos yang belum terbukti kebenarannya, sebaiknya anda melindungi diri dari infeksi virus corona dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir atau hand sanitizer yang mengandung alkohol.
  • Saat bersin atau batuk, tutup mulut anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam dan jangan menggunakan telapak tangan.
  • Hindari menyentuh daerah wajah anda sebelum mencuci tangan.
  • Hindari berdekatan dengan orang sakit.
  • Hindari penggunaan peralatan makan, mandi, atau perlengkapan tidur secara berbagi.

Selalu ingat untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar anda agar terhindar dari berbagai penyakit.

Semoga informasi yang sudah dijelaskan di atas bisa menambah pemahaman anda. Terima kasih